SATUMEDIA – Program Studi Teknik Elektro Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung bersama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Binangkit Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, pada Selasa (14/10/2025), resmi meluncurkan Bank Sampah KSM Binangkit, sebuah bangunan unik yang terbuat dari ecobrick dan dilengkapi dengan fasilitas mesin press sampah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Kegiatan ini merupakan inovasi dan teknologi daur ulang, dalam rangka meningkatkan nilai ekonomi sampah untuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Mekargalih Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut dan merupakan wujud kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, hadir Wakil Bupati Garut drg. Luthfianisa Putri Karlina, M.BA, LPPM UNPAR, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Sosial, Pemerintah Desa Mekargalih, para kader lingkungan, serta masyarakat penerima manfaat program.

Bangunan bank sampah ini berdiri megah dan artistik dengan dinding dari ecobrick hasil karya warga. Fasilitas di dalamnya dilengkapi mesin press sampah, timbangan digital, serta area edukasi untuk pelatihan pengelolaan sampah terpadu. Sejak tahap persiapan hingga peresmian, KSM Binangkit telah menghimpun 83 nasabah aktif yang berasal dari RW 01 sampai RW 09 di Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul, dengan total sampah terkumpul mencapai 670 kilogram, terdiri dari
70 kg sampah anorganik bernilai jual, dan
600 kg kemasan low value berbentuk 1920 buah ecobrick, 1683 (487 kilogram) diantaranya di buat bangunan bank sampah.
Pada acara peresmian ini, dilakukan pencairan dana tabungan nasabah yang masyarakat bisa pilih dengan emas maupun uang tunai, bazar produk daur ulang di setiap RW, serta peresmian bank sampah KSM Binangkit oleh Wakil Bupati Garut. Pada acara ini, Bank Sampah KSM Binangkit mencairkan tabungan nasabah untuk pertama kali sebesar Rp. 4.385,000.
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyampaikan bahwa hal ini merupakan inovasi luar biasa. Di mana sampah plastik yang hari ini sangat banyak dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan. Tentu hal ini menjadi dorongan untuk setiap stakeholder melakukan kolaborasi memanfaatkan ecobrick.
“hal ini merupakan sesuatu yang baru bagi Garut, sangat luar biasa. Ecobrick yang dibuat dari sampah plastik low value bisa dimanfaatkan menjadi bahan bangunan. Tentu hal ini sangat melibatkan partisipasi masyarakat, dan ini sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.
Ketua Tim Pelaksana dari UNPAR, Ir. Nico Saputro, S.T., M.T., Ph.D, ITU, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi contoh implementasi nyata ekonomi sirkular di tingkat desa. Proyek ini merupakan contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat berpihak kepada masyarakat.
“Kami percaya, teknologi tidak harus rumit. Dengan pendekatan sederhana dan kolaboratif, masyarakat bisa berdaya dan lingkungan bisa lestari,” ungkapnya.
Dari sisi pelaksana di lapangan, Ketua Pelaksana kegiatan, Elni Pujayanti S.H, menjelaskan bahwa keberadaan bank sampah ini merupakan kolaborasi yang sangat luar biasa. Peran serta masyarakat mempunyai andil yang sangat besar untuk mendukung keberjalanan pengelolaan sampah di Desa Mekargalih.
Salah satu nasabah, Upit, penerima Program Keluarga Harapan (PKH), juga merasakan manfaat langsungnya.
“Dulu saya buang semua sampah ke belakang rumah. Sekarang, saya kumpulkan plastik dan botol, lalu setor ke bank sampah. Sudah dua kali cair, bisa buat beli beras,” ujarnya dengan senyum bangga.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat, termasuk para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) seperti De Ulfah Khoeridah dan Shinta Rizki Amelia, Bank Sampah KSM Binangkit diharapkan menjadi model pemberdayaan berbasis lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Garut dan sekitarnya.
Pantauan media, turut hadir Koordinator PKH Kabupaten Garut, Mubaraq Ahmad, S.E., M.M., serta para pendamping PKH Desa Mekargalih Tarogong Kidul, yaitu De Ulfah Khoeridah dan Shinta Rizki Amelia, yang berperan aktif mendampingi dan memotivasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam pengelolaan serta pelaksanaan kegiatan Bank Sampah.
Kehadirannya menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan untuk membina KPM agar mandiri dan berdaya dalam aspek sosial maupun ekonomi, sekaligus mendukung visi daerah menuju masyarakat yang peduli dan tangguh dalam pengelolaan sampah.
Salah satu Fasilitator Kampung Ramah lingkungan dari DLH Tini Martini Tapran, S.Si, M.Sos menyampaikan harapannya bahwa kedepan, Bank Sampah KSM Binangkit akan dikembangkan menjadi pusat edukasi daur ulang dan pelatihan teknologi sederhana bagi masyarakat sekitar, dengan pendampingan berkelanjutan dari UNPAR dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut.
Kegiatan ini kata dia, diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat desa dalam pengelolaan sampah terpadu yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Kami ingin Desa Mekargalih menjadi contoh desa tangguh sampah dan mandiri ekonomi. Semua dimulai dari perubahan kecil di rumah masing-masing,” tutup Ketua KSM Binangkit. ***
