Lapas Garut Tegaskan Seluruh Pelayanan Warga Binaan Gratis, Pungli dan Gratifikasi Dilarang

Garut — Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, memberikan pengarahan kepada seluruh warga binaan di pelataran Masjid Al Hidayah, Selasa (1/9/2026). Pengarahan tersebut menjadi penegasan komitmen Lapas Garut dalam menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang bersih, transparan, serta terbebas dari pungutan liar dan praktik gratifikasi.

Rusdedy menegaskan seluruh jenis pelayanan, mulai dari pengurusan hak integrasi, pelayanan kesehatan, pembinaan, pemindahan kamar, hingga berbagai keperluan administrasi, diberikan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan tanpa biaya. Warga binaan juga diminta untuk tidak memberikan uang, barang, hadiah, ataupun bentuk imbalan lainnya kepada petugas.

Ia mengajak warga binaan untuk berani melaporkan apabila menemukan dugaan pungutan liar, gratifikasi, maupun bentuk penyimpangan dalam pelayanan. Laporan dapat disampaikan kepada Kalapas, pejabat struktural, petugas yang berwenang, atau melalui berbagai fasilitas pengaduan yang telah disediakan.

Selain memastikan pelayanan terbebas dari pungli, Rusdedy juga mendorong warga binaan mengisi masa pembinaan dengan mengikuti berbagai aktivitas positif, seperti kegiatan keagamaan, olahraga, pelatihan keterampilan, serta pekerjaan produktif. Sejumlah program, seperti pembuatan roti, pengolahan kopi, dan kerajinan berbahan sabut kelapa, diharapkan dapat menjadi keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal kemandirian setelah mereka kembali ke lingkungan masyarakat.

Rusdedy juga mengingatkan warga binaan untuk ikut merawat seluruh fasilitas yang telah tersedia serta menjalankan setiap program pembinaan dengan tertib. Pelayanan makanan, pemeriksaan kesehatan, ambulans, hingga pendampingan saat warga binaan menjalani perawatan di rumah sakit merupakan hak yang diberikan sesuai ketentuan tanpa dikenakan pungutan tambahan.

Pengarahan berlangsung secara terbuka dan komunikatif dengan memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menyampaikan pertanyaan, keluhan, maupun masukan mengenai pelayanan dan pelaksanaan pembinaan. Keterbukaan tersebut diharapkan mampu memperkuat pengawasan sekaligus membangun hubungan antara petugas dan warga binaan yang berlandaskan kepercayaan.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Garut kembali memperkuat komitmennya untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, produktif, berintegritas, serta bebas dari praktik pungli dan gratifikasi. Komitmen yang dibangun bersama antara petugas dan warga binaan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional dan akuntabel.(Nunung)

Tinggalkan Balasan