SUKABUMI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bergerak cepat menyalurkan bantuan tahap awal bagi warga yang terdampak bencana pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Bantuan tersebut disalurkan melalui aksi nyata Insan BRILian sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat.
Langkah cepat ini dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama tujuh hari, terhitung sejak 4 hingga 10 Maret 2026. Bencana pergerakan tanah dilaporkan melanda Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling akibat meningkatnya intensitas hujan.
Peristiwa tersebut berdampak pada 112 kepala keluarga atau sekitar 367 jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 63 kepala keluarga saat ini menempati lokasi pengungsian terpusat. Selain merusak permukiman warga, bencana juga berdampak pada fasilitas pendidikan yakni Pondok Pesantren Haryadul Fallah serta akses jalan lingkungan.
baca juga: BRI Region 9 Salurkan Bantuan Sembako di Kelurahan Braga, Rayakan HUT BRI ke-130
Sebagai bentuk kepedulian awal, BRI melalui perwakilan Regional Office Bandung dan Branch Office Cibadak mengunjungi posko pengungsian di Puskesmas Bantargadung. Dalam kesempatan tersebut, BRI menyerahkan 40 paket bantuan awal berupa survival kit untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Paket bantuan tersebut berisi berbagai perlengkapan seperti selimut, sarung, sandal, serta hygiene kit yang dapat membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan para korban selama berada di pengungsian. Penyaluran bantuan ini juga didukung oleh YBM BRILian Region 9 Bandung.
Pemimpin Cabang BRI Branch Office Cibadak, Rama Praditya Jatiarsha, menyampaikan rasa simpati mendalam atas musibah yang dialami warga Kecamatan Bantargadung.
“Kami hadir langsung di lokasi pengungsian, tepatnya di Puskesmas Bantargadung, untuk memastikan kondisi rekan-rekan warga terdampak. Penyerahan 40 paket survival kit ini merupakan langkah awal dari Insan BRILian untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar yang mendesak, seperti perlengkapan kebersihan dan kebutuhan istirahat yang lebih layak bagi warga,” ujar Rama.
Ia menambahkan bahwa kunjungan tim BRI ke lokasi pengungsian juga bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan bantuan lanjutan bagi para korban bencana.
“Kunjungan kami saat ini juga sekaligus untuk melakukan konfirmasi langsung mengenai kebutuhan jangka menengah dan panjang di posko. Hal ini sangat penting sebagai dasar bagi kami dalam merencanakan penyaluran bantuan TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Tanggap Darurat Bencana dari BRI agar lebih tepat sasaran dan sesuai dengan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh warga di lapangan,” tambahnya.
BRI menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, BPBD Kabupaten Sukabumi, serta berbagai pihak terkait dalam upaya penanggulangan dampak bencana guna mempercepat proses pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
Sebagai lembaga perbankan nasional, BRI juga terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan perbankan tetapi juga melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
